Tuesday, 22 March 2016

Pemulihan Greenback Meredupkan Kilau Emas

Emas ditutup lebih rendah pada hari Senin, memperpanjang pelemahan untuk hari ke-3, di tengah penguatan Greenback dan pasar saham. Namun prospek keberlanjutan tingkat suku bunga ultra-low masih membatasi penurunan logam mulia ini. 

Bullion tercatat telah 17% di sepanjang tahun ini menyusul pudarnya harapan kenaikan suku bunga. Kendati terpacu oleh pernyataan dovish Fed, emas gagal menyambangi kembali level puncak 13-bulan dan harus berbalik turun seiring rebound Dollar AS.

Sementara kepemilikan sekuritas berbasis emas fisik dilaporkan terus mengalami peningkatan. SPDR Gold Shares yang terdaftar di New York pada Jumat lalu melaporkan melaporkan inflow sebesar 11,9 ton, mendorong total inflow untuk tahun ini menjadi 176,6 ton. Jumlah tersebut 40,8 ton lebih tinggi dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi teknikal, penutupan harian di bawah MA-21 hari telah mengembalikan XAUUSD di bawah tekanan bearish. Stochastic dan RSI yang mulai mengarah turun di bawah garis tengah juga mendukung potensi logam mulia ini untuk bergerak lebih rendah menuju setidaknya area $1236.95 dalam jangka pendek


--
Best Regards,


Arphan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
Blog         : arphantrading.blogspot.co.id
Link Cara Daftar Mini Account Monex :
http://www.mifx.com/Arpan/demo
http://www.mifx.com/Arpan/live


YOUR No. 1 Financial Partner

Thursday, 17 March 2016

Harga Minyak Meroket Karena Harapan Pembatasan Output & Sikap Dovish Fed

Harga minyak berjangka berakhir dengan naik tajam pada hari Rabu, didorong oleh kenaikan mingguan yang lebih kecil dari perkiraan di dalam cadangan minyak mentah AS.

Rencana untuk pertemuan pada produsen utama minyak pada bulan depan untuk membahas pembatasan output dan pernyataan Federal Reserve yang dovish, yang menekan dollar, menambah penguatan untuk minyak.

Minyak WTI untuk bulan April naik $2.12, untuk berakhir di $38.46 per barel di Nymex.

Federal Reserve proyeksikan bahwa mereka akan berikan hanya dua kenaikan di tahun 2016 terhadap perkiraan sebelumnya untuk empat kenaikan. Nada dovish yang mengejutkan telah melukai dollar AS, menaikan harga minyak dan komoditas lainnya. Pelemahan greenback dapat membuat aset yang dihargai dalam dollar menjadi lebih menarik untuk pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Sebelumnya pada hari Rabu, Energy Information Administration AS melaporkan kenaikan suplai minyak mentah sebanyak 1.3 juta barel untuk pekan yang berakhir 11 Maret. Itu menandai kenaikan untuk lima pekan beruntun, namun kenaikan di bawah kenaikan 1.5 juta barel yang dilaporkan oleh American Petroleum Instittute, dan di bawah estimasi untuik kenaikan 2.7 juta barel dalam jajak pendapat Platts


--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
Blog         : arphantrading.blogspot.co.id
Link Cara Daftar Mini Account Monex :
http://www.mifx.com/Arpan/demo
http://www.mifx.com/Arpan/live


YOUR No. 1 Financial Partner

Tuesday, 8 March 2016

Minyak Masih Positif Pasca Cetak Penguatan Tiga Pekan Beruntun

Minyak pada minggu lalu berhasil membukukan penguatan tiga pekan beruntun, dan masih berlanjut di sesi Asia hari ini (7/3). Ekspektasi akan turunnya jumlah produksi minyak AS menjadi sentimen positif bagi minyak.

Perusahaan Baker Hughes melaporkan jumlah rig yang beroperasi AS kembali berkurang 4, dan total yang aktif saat ini sebanyak 392. Pengurangan jumlah rig yang beroperasi di AS telah terjadi dalam 11 pekan beruntun.

Produksi minyak AS juga telah menurun dibandingkan akhir 2015 lalu, Energy Information Administration melaporkan jumlah produksi di bulan Februari sebesar 9,077 juta barel per hari, dibandingkan 9,2 juta barel di bulan Desember 2015. Level tertinggi produksi AS sebesar 9,6 juta barelm dan dicapai pada Juni 2015.

Minyak pada pukul 13.18 WIB diperdagangkan dikisaran 36.55, dan berpotensi melanjutkan penguatan


--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
Blog         : arphantrading.blogspot.co.id
Link Cara Daftar Mini Account Monex :
http://www.mifx.com/Arpan/demo
http://www.mifx.com/Arpan/live


YOUR No. 1 Financial Partner

Friday, 5 February 2016

Minyak Menguat Merespon Komentar Pejabat Rusia

Komentar pejabat Rusia kembali membuat minyak menguat pada hari ini, setelah sebelumnya harapan akan adanya diskusi penurunan jumlah produksi memudar. Pasar juga menanti rilis data stok minyak mentah AS.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan jika ada konsesus antara Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan non-OPEC untuk mengadakan pertemuan, maka hal tersebut akan terjadi.

American Petroleum Institute sebelumnya melaporkan perediaan minyak mentah AS naik 3,8 juta barel menjadi 500,4 juta barel pada pekan yang berakhir 29 Januari. Sementara Energy Information Administration akan melaporkan data persediaan malam ini.

Goldman Sachs pada hari Senin menagtakan volatilitas harga minyak yang saat ini mencapai level tertinggi sejak 22008 kemungkinan akan mencapai 100% akibat tekanan pada kapasitas penyimpanan. 

Minyak diperdagangkan dikisaran 30.62 pad apukul 20.57 WIB, menjauhi level terendah harian 29.39


--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Thursday, 4 February 2016

Rumor OPEC Bantu Menopang Harga Minyak

Monexnews - Harga minyak mentah kokoh di atas kisaran $32 per barel pada sesi perdagangan Asia hari ini, memperpanjang rally pada sesi sebelumnya seiring indeks dollar menyentuh level rendah 7-pekan dan seiring berlanjutnya rumor mengenai peluang kesepakatan untuk memangkas suplai berlebih. Minyak jenis WTI naik sebanyak 0.68% pada kisaran $32.49 per barel pada sesi tengah hari seiring anjloknya indeks dollar menyusul pernyataan Presiden Fed bagian New York William Dudley mengurangi ekspektasi laju kenaikan suku bunga. Sementara itu, spekulasi terus berlanjut mengenai keungkinan pertemuan darurat OPEC dan kesepakatan antara negara OPEC dan non-OPEC untuk memangkas produksi.

Analis mengingatkan bahwa anjloknya nilai tukar dollar mendorong harga minyak kendati kenaikan tajam pada suplai minyak mentah dan bensin AS, namun tetap waspada terhadap rebound harga minyak kali ini. Kembalinya Iran ke dalam pasar minyak internasional pasca sanksinya dicabut turut memperkeruh sentimen, meski ekspor minyak Iran berjalan lambat. Data dari perusahaan analitik data maritimi Israel, Windward, menunjukkan penyimpanan Iran hanya turun 5.4 juta barel semenjak kesepakatan nuklir tercapai Juli lalu yang memicu pencabutan sanksi.



--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Tuesday, 2 February 2016

Bursa China & Yuan Mulai Merangkak Naik

Monexnews - Bursa saham China menguat pada hari Selasa sementara bank sentral menaikkan nilai fixing yuan ke level tertinggi dalam hampir selama sebulan seiring pihak Beijing mencoba menenangkan pasar menjelang hari raya Imlek. Indeks Shanghai Composite menguat sekitar 1.7%, sementara indeks CSI300 menguat 1.8%. Rebound tersebut hanya memulihan sebagian dari penurunan hari Senin, yang terjadi pasca PMI sektor manufaktur dan jasa China yang mengecewakan dan memicu kecemasan pada bursa saham global. Menurut analis, data tersebut menambah ketidakpastian pada outlook, dan belum ada sinyal stabilisasi sejak awal 2016. 

Bagaimanapun juga, langkah dari bank sentral China cukup mengejutkan pasar, mengingat bahwa bank sentral tidak memangkas suku bunga ataupun giro wajib minimum, melainkan mengandalkan pada indeksi dana besar-besaran ke dalam sistem perbankan menjelang hari raya Imlek. People's Bank of China (PBOC) mungkin cemas bahwa pemangkasan suku bunga hanya akan memicu arus modal keluar dan devaluasi yuan. PBOC telah berusaha agar nilai tukar mata uang stabil melalui sejumlah kenaikan harga fixing harian yuan dan sejumlah kebijakan yang membuat investor enggan mengambil posisi short pada yuan.



--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Friday, 29 January 2016

Laba Honda Merosot 19% di Q3 Karena Dampak Nilai Tukar Mata Uang

Monexnews - Laba bersih Honda Motor Co di periode kuartal ketiga turun 19% seiring meningkatnya biaya yang terkait dengan penarikan dan dollar yang kuat terhadap mata uang negara berkembang yang mengikis laba produsen mobil terbesar ketiga di Jepang.

Laba bersih Honda di periode Oktober - Desember sebesar 124.1 miliar yen ($1.04 miliar), berada di bawah estimasi untuk laba sebesar 148.9 miliar yen, berdasarkan analis yang disurvei oleh Thomson Reuters. Pendapatan di kuartal ketiga sebesar 3.6 triliun yen, dilaporkan oleh produsen mobil tersebut pada hari Jumat, naik 3.4% dari setahun yang lalu.

Honda membukukan penjualan kendaraan pada rekor tertinggi di tahun 2015 di pasar terbesar mereka yaitu AS dan China. Namun di kuartal akhir-akhir ini, marjin laba mereka telah lebih rendah dibandingkan dengan rival dari Jepang yaitu Toyota Motor Corp dan Nissan Motor Co.Di kuartal ketiga, marjin operasional Honda naik 4.5%.

--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Inflasi Jepang Masih Dekat 0%.

Monexnews - Inflasi Jepang hanya sedikit di atas 0%, belanja rumah tangga menurun, sementara tingkat pengangguran stabil. Tekanan bagi Bank of Japan untuk menambah stimulus moneter semakin meningkat pasca rilis data tersebut.

Indeks harga konsumen, tanpa memperhitungkan harga makanan segar, naik 0,1% di bulan Desember dari tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut seusai dengan perkiraan para ekonom. Sementara belanja konsumen anjlok 4,4% dari tahun sebelumnya, dengan tingkat pengangguran tetap sebesar 3,3%. 

Rendahnya harga minyak, yen yang berbalik menguat, serta gejolak di pasar finansial global memberikan tekanan bagi BoJ untuk mendorong inflasi naik dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Beberapa pejabat BoJ melihat adanya kemungkinan penambahan stimulus pada rapat yang berakhir hari ini. (pap/Monex)



--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Produksi Industri Jepang Turun 1,4%

Monexnews - Produksi industri Jepang turun di bulan Desember dari bulan sebelumnya, memberikan gambaran menurunnya aktivitas ekonomi ditengah pelambatan ekonomi global. Jumlah produksi di bulan Desember turun 1,4%, setelah turun 0,9% di bulan November. Para Ekonom memperkirakan penurunan 0,3% di bulan Desember.

Sementara untuk kuartal IV 2015, produksi industri naik 0,6% dibandingkan kuartal sebelumnya, dan menjadi kenaikan pertama dalam tiga kuartal sebelumnya. Produksi industri sering dilihat sebagai arah perekonomian kedepannya.

Data tersebut juga menjadi indikasi lesunya pertumbuhan ekonomi Jepang di kuartal IV.

Data yang dirilis sebelumnya menunjukkan naik hanya 0,1% di bulan Desember dari tahun sebelumnya. Belanja konsumen anjlok 4,4% dari tahun sebelumnya, dan tingkat pengangguran tetap sebesar 3,3%. (pap/Monex)



--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Tuesday, 26 January 2016

Minyak Kembali ke Bawah $30 per Barel, Bursa Asia Tenggelam



Monexnews - Rally bursa saham Asia selama dua hari terhenti setelah bursa China anjlok dan minyak merosot pada hari Senin, dan kembali ke bawah $30 per barel. Meski harga minyak terlihat bergerak lebih stabil hari ini, namun aksi jual terlanjut melanda bursa Asia.

Indeks Shanghai Composite kehilangan 6,4% menjadi 2751,03 dan menyentuh level terendah sejak Desember 2014, dan Hang Seng Hong Kong melemah 2,3% menjadi 18895,37. Pelaku pasar mengabaikan berita yang menyebutkan People's Bank of China menyuntikkan dana paling besar dalam tiga tahun terakhir ke pasar finansial melalui operasi pasar terbuka, untuk mengatasi ketatnya likuiditas jelang libur Tahun Baru Imlek.

Indeks Nikkei Jepang turun 2,35% menjadi 16708,90, selain faktor harga minyak, yen yang diperdagangkan di level 117 per dollar juga menyeret turun bursa. 

Indeks Kospi Korea Selatan (KS11) melemah 1,3% menjadi 227,19 setelah menyentuh level tertinggi sepekan di hari Senin. Data yang dirilis pagi ini menunjukkan produk domestik bruto Korsel di kuartal IV 2015 tumbuh 0,6% jauh lebih rendah dari pertumbuhan kuartal III sebesar 1,3%
--

Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Trade Now

Harga Minyak Ke Level Terendah Sejak 2003, hmmm Sudah Berani BELI / BUY ??? YESSS

So...Ready to Trade OIL ??? YESSS

Logika Jika Anda Siapkan Dana 300 Juta SAAT INI untuk BELI 1 Lot OIL , Posisi Anda Masih AMAN bahkan Jika OIL DROP ke $5 per Barrel

Ilustrasi >> BUY $28.75, Jika turun hingga $5 , Anda Kehilangan $23.75 atau Anda Hanya Rugi Rp 237.5 Juta !

PERTANYAANNYA , APAKAH ANDA YAKIN HARGA MINYAK AKAN TURUN HINGGA $5 ???

------------------------------
PT Monex Investindo Futures membuka kesempatan dalam Bisnis dipasar Bursa International dengan perencanaan yang matang.

--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Kembali ke Bawah $30 per Barel, Minyak Tertekan

Rally harga minyak mentah terbukti akibat aksi short covering, tanpa dukungan faktor fundamental minyak akan sulit untuk bergerak naik, malah yang terjadi setiap adanya kenaikan akan menarik aksi jual kembali, dan membawa minyak kembali ke bawah $30 per barel.

Indikator MACD grafik 4 jam terlihat bergerak turun, sementara stochastic berada di wilayah jenuh jual. Selama bergerak di bawah 30.00 minyak berpeluang turun menguji area 29.10, sebelum menuju area 28.40. Sebaliknya jika mampu naik dan bergerak konsisten di atas 30.00, minyak membuka peluang kembali ke area 30.90.

Resisten: 30.00, 30.90, 31.60
Support: 29.10, 28.40, 27.80



--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Pelemahan Harga Minyak Kembali Bebani Loonie

Monexnews - Dollar Kanada, loonie, berbalik melemah terhadap dollar setelah rally tiga hari beruntun, minyak yang kembali bergerak di bawah $30 per barel kembali membebani loonie.

Kemerosotan harga minyak membuat loonie terus melemah hingga menyentuh level terendah 13 tahun terhadap dollar. Keputusan Bank of Canada mempertahankan suku bunga acuan 0,50% pada pekan lalu membuat loonie beranjak dari level terendah tersebut, ditambah dengan rebound harga minyak selama dua hari membuat loonie rally

Namun terbukti rebound harga minyak lebih disebabkan aksi short covering para pelaku pasar, kenaikan harga minyak malah memicu aksi jual kembali. Kecemasan akan berlebihnya supply masih menjadi penekan harga minyak


--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Monday, 25 January 2016

Alert GBPAUD




Autochartist telah mengidentifikasikan Tingkatan Horizontal dan Pola Grafik yang terjadi pada saat yang bersamaan berikut dalam perkiraan pergerakan pasar potensialnya.



Asumsi-asumsi yang telah dibuat adalah sebagai berikut:
- Paling tidak perkiraan sebanyak 20 pip
- Key level dan pola grafik paling banyak selisih 5 lilin dari waktu identifikasi
 



Simbol : GBPAUD   

Arah :
Waktu Teridentifikasi : 2016-01-25 12:02 WIB
Harga breakout : 2.03697
Harga Perkiraan : 2.03091
Pip perkiraan : -61
Probabilitas : 63.83 %

Pola : Baji Meningkat
Interval : 30 Menit


Pola : Pennant
Interval : 60 Menit


Pola : Support
Interval : 30 Menit


 

 

Pernyataan Sangkalan: Autochartist merupakan layanan analisis pasar finansial. Ada risiko-risiko potensial yang berhubungan dengan kegiatan investasi dan perdagangan. Anda harus mengetahui dengan benar risiko-risiko tersebut dan memperoleh saran yang independen sehubungan dengan hal tersebut. Anda sebaiknya tidak berdagang melebihi kemampuan keuangan Anda. Layanan Autochartist dan kontennya tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan untuk berinvestasi dan/atau berdagang. Anda harus memperoleh saran yag independen dalam hal ini. Performa di masa lampau tidak menggambarkan performa di masa yang akan datang. Tidak ada pernyataan yang menyebutkan bahwa hasil apa pun yang dibicarakan dalam layanan ini dan media-medianya yang berhubungan akan dicapai. Semua opini, berita, riset, analisis, harga atau informasi lainnya disediakan sebagai komentar pasar umum dan bukan sebagai saran investasi. Autochartist, Perangkat Lunak MDIO, anggota-anggota mereka, para pemegang saham, pegawai, agen, perwakilan dan penjual tidak menjamin kelengkapan, akurasi atau ketepatan waktu informasi yang disediakan, dan mereka tidak akan bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan apa pun sebagai hasil atau sebaliknya, yang mungkin timbul karena penggunaan atau ketergantungan pada layanan Autochartist dan kontennya. � 2012 Autochartist
 
Untuk berhenti berlangganan email ini,

Friday, 15 January 2016

Alert Trade

  • EUR/USD. Bias masih netral dalam jangka pendek untuk bertahan dalam range lebar di kisaran area 1.0800 - 1.0980, break keluar dari range tersebut akan memberikan petunjuk arah yang lebih jelas. Breka ke bawah range ini akan mendorong harga turun untuk kemabli menguji area 1.0710 sebelum menuju area 1.0675. Sementara itu break ke atas area 1.0980 akan mengubah bias menjadi bullish menuju area 1.1060 sebelum menguji area 1.1120.
  • GBP/USD. Sterling terjebak dekat level rendah, break ke bawah area 1.4350 akan mengakselarasi pergerakan bearish menuju area 1.4260. Resisten terdekat ada pada area 1.4480, break ke atas area ini akan memicu momentum bullish lanjutan untuk menuju area 1.4560 dalam jangka pendek. 
  • USD/JPY. Harga masih berada dalam fase rebound bullish, namun resisten pada area 118.30 masih menahan pergerakan bullish. Diperlukan break ke atas area tersebut untuk mendorong harga naik menuju area 119.30. Sementara itu untuk pergerakan turun, break ke bawah support di sekitar area 117.30 akan melanjutkan outlook bearish untuk kembali menguji a rea 116.70.
  • USD/CHF. Bias bullish selama harga bertahan di atas area 1.0050, menuju resisten di sekitar area 1.1030 sebelum menguji area 1.0215. Sementara untuk pergerakan turun, hanya break kembali ke bawah area 1.0000 yang dapat membatalkan outlook bullish untuk bergerakan turun kembali ke area 0.9875 atau bahkan 0.9740. 
  • AUD/USD. Setelah sempat rebound tajam semalam, aussie berpotensi menguji resisten terdekat di sekitar area 0.7000. Break ke atas area ini akan melanjutkan rebound bullish untuk menguji area 0.7090 sebelum menuju area 0.7145 atau bahkan 0.7200. Untuk pergerakan turun, hanya break ke bawah area 0.6910 yang dapat melanjutkan outlook bearish menuju area 0.6780. 
  • XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, resisten terdekat berada dikisaran 1070 Penembusan dan gerakan konsisten di bawah area tersebut akan memicu momentum bearish lebih lanjut untuk menguji 1062 sebelum menuju 1057. Pada pergerakan ke atas, resisten berada dikisaran 1088, penembusan di atas area tersebut akan membawa harga naik menguji area 1097.
  • Nikkei Futures. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek, namun dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 17110 untuk menambah tekanan bearish mengincar area 16900. Resisten terdekat tampak di area 17550, berbalik lagi secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 17780 sebelum melanjutkan trend pelemahan.
  • Hang Seng Futures. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus secara konsisten dibawah area 19650 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area support 19340. Resisten terdekat tampak di area 20060, berbalik lagi secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 20390.
  • Kospi Futures. Bias masih ebarish selama harga bertahan di abwah area 234.80. Hanya break ke atas area ini yang dapat memicu rebound bullish menuju area 237.00 sebagai resisten selanjutnya. Sementara itu, break kembali ke bawah area 230.00 akan melanutkan outlook bearish menuju area 228.80. 
Disclaimer:


--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Wednesday, 13 January 2016

Minyak Pulih Untuk Pertama Kalinya Dalam 8 Hari Setelah Perilisan Data API

Monexnews - Harga minyak mentah berjangka AS naik pada hari Rabu untuk pertama kalinya dalam delapan hari, menarik kembali dari level psikologis $30 per barel yang telah ditembus pada sesi sebelumnya, setelah data industri menunjukkan cadangan minyak mentah secara tak terduga jatuh pada pekan lalu.

Minyak West Texas Intermediate naik sebesar 45 sen di $30.88 per barel pada pukul 08:57 WIB.

Minyak mentah AS turun sebesar 3.9 juta barel pada pekan lalu menjadi 480.071 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 2.5 juta barel, data ditunjukkan oleh kelompok industri American Petroleum Institute pada akhir perdagangan hari Selasa.

API mengatakan bahwa cadangan minyak mentah di Cushing Oklahoma, titik pengantaran untuk WTI turun 302.000 barel.

Namun outlook bearish untuk minyak masih ada setelah pemerintah AS pada hari Selasa perkirakan melimpahnya minyak global masih akan terjadi sampai akhir 2017

--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Emas Anjlok Untuk Sesi Ke Empat Karena Pemulihan Di Pasar Ekuitas

Harga emas melemah pada hari Rabu seiring reboundnnya pasar ekuitas AS dan Eropa yang mengurangi beberapa daya tarik terhadap logam mulia dengan tambahan tekanan dari penguatan greenback.

Harga emas spot melemah sekitar 0.4% di $1,084.80/onz pada pukul 10:14 WIB dan emas berjangka AS menguat 0.1% di $1,086.7.

Rebound di saham energi dan bioteknologi membantu mendorong indeks S&P 500 untuk penguatan dua hari beruntun pada hari Selasa, di saat saham Apple dan perusahaan teknologi lainnya juga mendongkrak pasar.

Reli logam mulia reli di awal bulan Januari ke level puncak 9-pekan mulai memudar karena ekspektasi kenaikan suku bunga AS lebih lanjut telah menurunkan permintaan untuk aset non imbal hasil, karena itu menguatkan dollar.

Dollar naik untuk sesi ketiga beruntun pada hari Selasa karena penguatan Wall Street dan tenangnya pasar keuangan yang meningkatkan selera terhadap mata uang yang berikan imbal hasil lebih tinggi.

The Fed naikan suku bunga di bulan Desember dan berniat untuk melakukan banyak kenaikan di tahun 2016



--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Tuesday, 12 January 2016

Gara-gara Minyak, Puluhan Perusahaan Migas di AS Bangkrut

Harga minyak dunia merosot lebih dari 5% pada sesi perdagangan hari Senin ke area $30 per barel. Fenomena ini memunculkan ketakutan kalau perusahaan-perusahaan energi di Amerika segera bangkrut.

Tiga bank investasi besar, yakni Morgan Stanley, Goldman Sachs Group Inc. dan Citigroup Inc, yakin kalau minyak akan tembus ke bawah $30 untuk kemudian beringsut ke $20 per barel. Selain dipengaruhi oleh kelesuan ekonomi China dan apresiasi Dollar, minyak masih rentan karena banyak perusahaan tambang belum menghentikan operasionalnya meski marjin keuntungan semakin kecil.

Sepertiga produsen migas di Amerika terancam bangkrut dan harus di-restrukturisasi di pertengahan 2017 mendatang (data Wolfe Research). Sekuat apapun bangkit, minyak maksimal baru bisa normal jika mampu tembus ke area $50 atau sekitar $20 lebih tinggi dibandingkan posisinya saat ini.

Lebih dari 30 perusahaan energi di Amerika dengan hutang gabungan $13 miliar sudah menyatakan pailit sejak harga minyak turun drastis. Morgan Stanley bahkan menyebut kondisi sekarang lebih buruk dibandingkan tahun 1986, periode di mana harga minyak terakhir kali merosot paling tajam. Bahkan periode pemulihannya diprediksi lebih lama dibandingkan tahun 1970 dulu.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga minyak mentah dunia lagi-lagi anjlok di sesi perdagangan Asia hari ini. Investor melakukan aksi jual karena tidak yakin dengan kondisi ekonomi China dan khawatir dengan banjir suplai di pasar.

Kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) terpantau makin dekat ke area $30-an atau tepatnya sekarang berada di $30.53 per barel, turun sekitar $1 dibandingkan harga penutupan Globex kemarin. Minyak terjebak di posisi terendah dalam 12 tahun terakhir, dan belum menunjukkan gejala bangkit dari koreksi 5% yang dialaminya semalam. Sementara di saat yang sama Brent crude di ICE Futures untuk pengiriman Februari anjlok $0.32 ke $31.23 per barel. Keduanya sudah koreksi 17% sepanjang tahun 2016.

Gejolak yang terjadi di pasar saham China membuat investor takut dengan kemunduran ekonomi di slah satu negara konsumen energi terbesar itu. Indeks utama Tiongkok mengalami hari trading terpendek dalam 25 tahun terakhir pada hari Kamis lalu dengan pelemahan mencapai 7%. Secara otomatis sistem menghentikan sesi perdagangan selama sehari penuh untuk meredam kepanikan.

Di saat yang sama, volume minyak di pasar kemungkinan bertambah banyak karena embargo Iran sudah dicabut. Negara ini segera bisa melakukan aktivitas ekspor energi ke luar negeri sehingga pasar komoditas diprediksi banjir pasokan tahun ini. Pelaku pasar semakin enggan mengoleksi minyak mentah karena Dollar sedang tinggi, membuat minyak jadi mahal.



--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Thursday, 7 January 2016

Indeks Saham China Kembali Dihentikan Setelah Jatuh Lebih Dari 7%

China mempercepat devaluasi yuan pada hari Kamis, mengirim mata uang di seluruh wilayah Asia terguncang dan pasar saham domestik terjatuh, karena investor takut bahwa raksasa Asia tersebut akan menghapus perang dagang virtual terhadap pesaingnya.

Perdagangan di pasar saham China dihentikan untuk sisa hari ini, ini adalah yang kedua kalinya pada pekan ini, karena mekanisme circuit-breaking membuat kesalahan kurang dari setengah jam setelah pembukaan.

Peopla Bank of China kembali mengejutkan pasar dengan menetapkan titik tengah pada mata uangnya di 6.5646 yuan per dollar, itu adalah level terendah sejak Maret 2011.

Itu lebih rendah 0.5% daripada hari kemarin sebelum dan merupakan penurunan harian terbesar sejak akhir Agustus, ketika sebuah devaluasi yang hampir 2% juga mengguncang pasar.

Dampak langsung terhadap mata uang regional adalah pada tumbang, Dollar Australia, yang biasanya dipandang sebagai proxy yuan, turun setengah sen di $0.7021.

Indeks Shanghai yang merosot lebih dari 7% telah memicu dihentikannya perdagangan, ini mengulangi lagi kinerja di hari Senin. Indeks Nikkei Jepang merosot sebesar 1.8%


-
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Monday, 4 January 2016

Data China Dan Konflik Timur Tengah Warnai Sentimen Awal Tahun 2016

Monexnews - Dollar menguat di awal tahun 2016, karena masih terbawanya sentimen perbedaan kebijakan moneter antara Federal Reserve dan European Central Bank serta Bank of Japan, karena di saat the Fed masih berencana naikan suku bunga di tahun ini, ECB dan BOJ kemungkinan akan kembali memperlonggar kebijakan moneternya.

Sementara itu dengan pesimisnya data manufaktur China baik dari pemerintah maupun swasta cukup memukul pergerakan indeks Shanghai dan Hang Seng di awal tahun ini. Pada hari Jumat, pemerintah China merilis data manufaktur PMI bulan Desember yang berada di level 49.7, lebih rendah dari estimasi untuk level 49.9, walaupun sedikit lebih baik dari sebelumnya di level 49.6, dan pada hari Senin, pihak Caixin merilis indeks manufaktur PMI China yang hasilnya di level 48.2, berada di bawah estimasi di level 49.0 dan periode sebelumnya di level 48.6.

Untuk sektor komoditas, harga minyak sempat melonjak pada awal perdagangan sesi hari Senin karena konfliks antara Iran dan Arab Saudi setelah kedutaan besar Arab Saudi di Teheran di serang akibat pemerintah Saudi menghukum ulama besar Syiah, akibat dari itu Arab Saudi mengusir para diplomat Iran dari negaranya. Kondisi dari ketegangan tersebut juga tampaknya menopang emas dari tekanan bearish akibat data China yang pesimis dan dollar AS yang menguat, karena kondisi tersebut bisa memicu aksi beli aset safe haven.



--
Best Regards,


Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone      : 021-28063856 ext: 106
Mobile      : 0812-9378-6147
Watsap     : 0877-8004-5144
Pin           : 21804F77
YOUR No. 1 Financial Partner

Alert Index Asia

Nikkei Futures. Berdasarkan grafik 4 jam, bias untuk Nikkei bearish selama harga masih di bawah MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Namun dalam jangka pendek harga dapat rebound karena indikator Stochastic di area jenuh jual. Level resisten dalam jangka pendek terlihat dikisaran 18880, break di atas area tersebut seharusnya memicu bullish lanjutan menuju ke 19035 sebelum membidik ke 19190. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat di 18755, break di bawah area tersebut dapat memicu bearish lanjutan menuju ke 18650 sebelum menguji ulang ke 18495

Hang Seng Futures. Bias bepotensi sideways untuk hari ini dengan kisaran perdagangan terlihat diantara 21765 (MA 50) - 22320 (MA 200) di grafik 4 jam, diperlukan menembus salah satu area untuk dapatkan petunjuk lanjutan. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat terlihat di 21960, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan ke 22150 sebelum membidik ke 22230. Sisi sebaliknya, 21765 adalah level support terdekat, break di bawah area tersebut dapat menguji ke 21655 sebelum menuju ke 21500.

Kospi Futures. Bias bearish dalam jangka pendek, berpotensi menguji area 240.10. Penembusan di bawah area tersebut akan membawa harga turun menuju area 238.30. Pada pergerakan ke atas, penembusan di atas area 241.80 akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 243.50.

Disclaimer:



Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone       : 021-28063856 ext: 106
Mobile       : 0812-9378-6147
WhatsApp : 0877-8004-5144
Pin             : 21804F77
Link           :
http://www.mifx.com/open-demo-account/WP053KG9031

http://www.mifx.com/open-live-account/WP053KG9031

YOUR No. 1 Financial Partner