Monexnews - Dollar menguat di awal tahun 2016, karena masih terbawanya sentimen perbedaan kebijakan moneter antara Federal Reserve dan European Central Bank serta Bank of Japan, karena di saat the Fed masih berencana naikan suku bunga di tahun ini, ECB dan BOJ kemungkinan akan kembali memperlonggar kebijakan moneternya.
Sementara itu dengan pesimisnya data manufaktur China baik dari pemerintah maupun swasta cukup memukul pergerakan indeks Shanghai dan Hang Seng di awal tahun ini. Pada hari Jumat, pemerintah China merilis data manufaktur PMI bulan Desember yang berada di level 49.7, lebih rendah dari estimasi untuk level 49.9, walaupun sedikit lebih baik dari sebelumnya di level 49.6, dan pada hari Senin, pihak Caixin merilis indeks manufaktur PMI China yang hasilnya di level 48.2, berada di bawah estimasi di level 49.0 dan periode sebelumnya di level 48.6.
Untuk sektor komoditas, harga minyak sempat melonjak pada awal perdagangan sesi hari Senin karena konfliks antara Iran dan Arab Saudi setelah kedutaan besar Arab Saudi di Teheran di serang akibat pemerintah Saudi menghukum ulama besar Syiah, akibat dari itu Arab Saudi mengusir para diplomat Iran dari negaranya. Kondisi dari ketegangan tersebut juga tampaknya menopang emas dari tekanan bearish akibat data China yang pesimis dan dollar AS yang menguat, karena kondisi tersebut bisa memicu aksi beli aset safe haven.
--
Arphan Ghan
PT Monex Investindo Futures
Plaza Kelapa Gading Inkopal Blok C No.12 B
Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Jakarta Utara 14240 - Indonesia
Phone : 021-28063856 ext: 106
Mobile : 0812-9378-6147
Link cara daftar mini account monex :
http://www.mifx.com/open-demo-account/WP053KG9031
http://www.mifx.com/open-live-account/WP053KG9031
No comments:
Post a Comment